Sekjen UNESCO GGN Sambangi Nasional Geopark Pongkor

Sekretaris Jenderal UNESCO Global Geopark Network (GGN) Guy Martini memuji keberadaan Geopark Nasional Pongkor. Hal tersebut ia katakan saat tengah mengunjungi beberapa Geosite, salah satunya Museum Tambang Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Kunjungan dilakukan selama dua hari sejak 25 hingga 26 Desember 2018, mereka juga mengunjungi beberapa geosite yang ada di National Geopark Pongkor. Antara lain, Green Fine Aggregat (GFA), Kawaci, Gunung Dahu, sawah lega, curug cikawung, situs cibalay dan curug lontar.

“Saya sangat terkesan saat berkunjung ke Geopark Nasional Pongkor. Dan Pongkor menjadi salah satu geopark yang kami kunjungi di Indonesia,” ungkapnya

Menurutnya, ada perbedaan geopark Pongkor dengan lainnya yakni geopark pongkor merupakan Geopark dengan kerangka yang utuh. Karena geopark yang sebenarnya, yaitu tidak hanya membangun wisata, tetapi dengan kekayaan geologi yang dimiliki berpengaruh pada setiap aspek dalam geopark.

Pria asal negara Prancis ini menyarankan, untuk menuju Global Gropark harus ada kekayaan geologi bernilai internasional yang ditonjolkan. Dan berdasarkan paparan pihak pengelola Geopark Nasional Pongkor sudah memilikinya, diantaranya kekayaan geologi dan mineralnya.

“Kemudian kumpulkan semua hasil penelitian bertaraf nasional dan internasional mengenai Geopark Pongkor,” ujarnya.

Selanjutnya Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor Syarifah Sofiyah mengatakan, Alhamdulillah hari ini kita mendapat kunjungan dari Sekjen GGN UNESCO. Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor menyambut baik kedatangannya.

“Kita perkenalkan Geopark Nasional Pongkor mulai dari kekayaan geologinya, kekayaan biodiversity nya juga kekayaan budayanya. Kita berikan penjelasan yang konferhensif,” terang Syarifah

Kedepan, lanjut Syarifah, setelah kita mendapatkan status Geopark Nasional kita juga ditarget dalam dua tahun ini mendapatkan sertifikat UNESCO Global Geopark. Oleh karena itu tujuan dari Mr.Guy diantaranya memberikan masukan yang berguna untuk kita.

“Saya berharap, kita bisa menjaga soliditas di internal badan pengelolanya, bekerja sama dengan masyarakat untuk menjaga konduaifitas. Dan pada intinya bahwa konsep geopark itu memuliakan bumi dan mensejahterakan masyarakat,” tandasnya. (Rido/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *