Tim Verifikasi Kampung KB Provinsi Jawa Barat, Lakukan Penilaian di Kampung KB Gagak

Cibinong- Tim Verifikasi penilaian kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat provinsi Jawa barat, melakukan Verifikasi lapangan, Selasa(13/8/2019), di Kampung KB Gagak RW 03 Kelurahan Sukahati Kecamatan Cibinong. Dalam kesempatan tersebut tim verifikasi yang di ketuai oleh Sukaryo Teguh Santoso perwakilan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat di terima oleh Staf Ahli bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Bogor, Lita Ismu Yulianti.

Dalam sambutannya Staf Ahli bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Bogor, Lita Ismu Yulianti mengatakan melalui kegiatan kampung KB dapat meningkatkan cakupan pelayanan yang berkualitas dalam program KKBPK ( Kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga), untuk mencapai tujuan tersebut rangkaian kegiatan yang ada di kampung KB harus dimaksimalkan dengan pelaksanaan 8 fungsi kelaurga sebaik mungkin yang berlandaskan pada prinsip tujuan bersama antara Pemerintah Daerah dan berbagai stakeholder pembangunan daerah yang berkompeten, sehingga akan tercipta keselarasan program kerja dalam membangun dan menguatkan ketahanan keluarga.

“diharapkan dapat memaksimalkan upaya peningkatan taraf kesehatan, pemberdayaan keluarga di bidang ekonomi serta menjadi peserta KB. Sehingga secara keseluruhan akan berdampak pada keberlangsungan pemakaian alat kontrasepsi, status gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak dan balita dari kalangan keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I,”katanya.

Ia juga mengatakan sebagai sebuah kegiatan sinegritas, kegiatan kampung KB diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan peran serta seluruh stakeholder pembangunan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakt. Pemasyarakatan keluarga berencana bukan berkaitan dengan kepentingan untuk memasyarakatan cakupan program dan manfaat ber-KB akan tetapi juga berhubungan dengan tujuan meningkatkan kecerdasan dan kesadaran masyarakat untuk lebih berkualitas yang lebih sehat dan terarah.“

kegiatan kampung KB merupakan sinergi dimana melibatkan semua pihak baik Pemerintah Kabupaten, kecamatan dan Desa, sektor swasta maupun masyarakat dalam upaya mewujudkan keterpaduan program serta mewujudkan keluarga berkualitas menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik,”tambahnya.L

ita juga mengaku bangga dimana dari program kampung KB ini lahir inovasi inovasi yang dapat memberikan warna kepada pelaksanaan program Pemerintah Daerah seperti kampung KB Gagak ini telah memadukan berbagai kegiatan diantaranya sebagai kampung KB dan kampung pembeibitan dan sedang di rintis sebagi kampung wisata KB yang diidi dengan kegiatan arung jeram, tanam bibit pohon di bantaran sungai tebar beih ikan di sungai ciliwung dan kuliner, kampung KB gagak juga dengan tegas menolak  kehadiran swalayan modern sebagi bentuk kepedulian pada pengembangan usaha kecil menengah dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Sukaryo teguh santoso Ketua Tim Verifikasi Provinsi Jabar, mengatakan, ada tiga kriteria penilaian dalam agenda verifikasi ini, di antaranya profil data, pendaftaran secara online, dan rechecking ke lapangan.

“Rechecking ini dimaksudkan untuk melihat data yang masuk benar- benar sesuai fakta yang ada di lapangan. Rechecking juga merupakan penilaian yang bobotnya paling tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Teguh menambahkan, penilaian juga melihat delapan aspek fungsi keluarga yang sudah dijalankan, di antaranya mencegah kekerasan anak, KDRT, anak putus sekolah, dan aspek yang lainya.

“Kami berharap semoga penerapan Kampung KB bukan hanya saat ada penilaian saja, tapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Teguh juga mengungkapkan keberhasilan Kampung KB 80 persen dilihat dari pengkondisiannya. Perencanaan dan pengkondisian menjadi kunci kesuksesan kegiatan. Kampung KB disuatu wilayah tingkat RW terdapat keterpaduan seluruh program, BKKBN ingin kependudukan KB disinergikan dengan pembangunan keluarga.

“Kami ingin Kampung KB memiliki kualitas dan kuantitas untuk masyarakat,” tutup pungkasnya. (Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: