58,5% Penduduk Lakukan Transaksi dengan Ponsel Pintar

Jakarta, Kominfo – Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Teknologi Herry Abdul Aziz mengatakan saat ini ada 58,5% penduduk Indonesia yang melakukan transaksi menggunakan telepon seluler pintar. “Ada potensi digital ekonomi di Indonesia,” katanya dalam J&T Express di SCBD, Jakarta, Senin (23/10/2017).
Menurut Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Teknologi rantai distribusi produk dan layanan saat ini tidak lagi berlangsung konvensional. “Sekarang bukan lagi dilakukan secara konvensional namun disintermediasi. Disintermediasi adalah bisnis potong rantai pasok. Ini adalah lompatan yang bukan main. Jadi begitu pendeknya rantai dari suppliers ke customers. Inilah peran dari logistik/ peran dari J&T,” tuturnya.
Dalam pandangana Herry Abdul Aziz, salah satu elemen yang harus dibenahi dalam perdagangan elektronik digital adalah masalah logistik. “Khususnya peningkatan kapasitas penyediaan jasa logistik lokal untuk memenuhi kebutuhan pengiriman di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Herry menjelaskan usaha pemerintah Indonesia untuk membenahi infrastruktur dilakukan mulai dari pembangunan tol laut, pelabuhan, sampai ke jalan-jalan yang ada di Indonesia bagian Timur. “Di tahun 2019, seluruh kabupaten kota di Indonesia akan terhubung dengan fiber optik. Ini menunjukkan yang akan membuat transaksi eklektronik semakin cepat,” katanya.
Saat ini, Herry mengakui masih ada beberapa tempat yang belum terjangkau akses internet, meski demikian ia menyebut pemerintah akan penuhi target pemerataan akses internet. “Memang masih ada kekurangan blankspot di beberapa tempat tapi tinggal tunggu waktu untuk dicapai atau dibenahi karena memang Pak Jokowi menargetkan Indonesia akan menjadi negara berbasiskan digital ekonomi,” tambahnya. (PS)

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *