Kemenristek RI Apresiasi Upaya SMA Pesat Lakukan Penguatan Pendidikan Berkarakter

CIBINONG- Kementarian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI mengapresiasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dilakukan pihak SMA Plus PGRI Cibinong, melalui kegiatan Sosciencemation 2017. Hal itu dilakukan guna membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai kader bangsa yang berkualitas dengan menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan berjiwa nasionalis, Kamis (5/17).

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI, Jumain Appe menuturkan, Penguatan karakter menjadi salah satu program perioritas, dimana Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan. Untuk melahirkan SDM berkarakter, kreatif, inovatif, mandiri dan unggul.

“Kedepan pendidikan seperti itu yang akan kita terapkan, SMA Plus PGRI Cibinong telah melakukannya. Tentu saya sangat mengapresiasi, seiring dengan perkembangan teknologi. Generasi kita dihadapkan dengan persaingan yang sangat kuat dalam dunia pekerjaan, untuk itu pendidikan berkarakter harus ditanamkan mulai dari pendidikan dasar. Kami berharap apa yang dilakukan SMA Plus PGRI Cibinong bisa diikuti sekolah-sekolah lainnya,” tutur Jumain.

Ia juga menambahkan, penguasaan IPTEK menjadi ujung tombak dalam menghadapi persaingan globalisasi. Bahkan beberapa perusahaan tidak lagi hanya melihat ijazah bagi setiap pelamar kerja, akan tetapi terfokus pada keterampilan apa yang dimiliki. Untuk itu rencana kebijakan kedepan, masyarakat terdidik tidak saja mendapatkan ijazah kelulusan akan tetapi dilengkapi dengan sertifikat kompetensi.

“Sehingga ada revolusi karakter, dimana sekolah adalah tempat mengembangkan kreasi, keterampilan, dan optimalisasi penguasaan IPTEK. Bukan sekedar tempat berburu ijazah, jika pola ini tidak dirubah kita akan tertinggal tidak dapat bersaing dengan Negara lain. Untuk itu, peningkatan kualitas guru harus dilakukan, untuk melahirkan generasi bangsa dengan keterampilan khusus,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMA Plus PGRI Cibinong, Basyarudin Thayib mengatakan, kegiatan itu menjadi kegiatan tahunan SMA Plus PGRI 1 Cibinong, dalam rangka melahirkan kader bangsa, menciptakan rasa nasionalisme dengan mengembangkan kemampuan diberbagai bidang. Melalui PPK mendorong sinergi tiga pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga (orang tua), serta komunitas (masyarakat) agar dapat membentuk suatu ekosistem pendidikan.

“PPK ini merupakan pintu masuk untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap pendidikan kita. Prinsipnya, manajemen berbasis sekolah, lalu lebih banyak melibatkan siswa pada aktivitas daripada metode ceramah, kemudian kurikulum berbasis luas atau broad based kurriculum yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber belajar,” tukasnya.(Dewi/Angga/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *