Ketika Kemerdekaan Indonesia Dirayakan Seluruh Negara Asia

Jakarta, Kominfo – Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini tergolong istimewa.  Pasalnya pada bulan ini perhelatan Asian Games 2018 turut digelar. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengibaratkan peringatan kemerdekaan tahun ini dirayakan oleh seluruh negara di Asia.

“Bangsa Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah dalam perhelatan akbar Asian Games 2018. “Seakan-akan perayaan kemerdekaan bangsa kita juga ikut dirayakan oleh seluruh Bangsa Asia yang berdatangan ke Jakarta, Palembang, dan berbagai kota lainnya,” katanya dalam Peringatan Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 Tahun 2018 di Lapangan Anantakupa, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (17/08/2018).

Menteri Komifo mengingatkan kembali bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang berpretasi, bangsa yang terbuka, dan setara dalam pergaulan dengan bangsa-bangsa lain.

“Ketika Indonesia baru berusia 17 tahun, tepatnya tahun 1962. Ketika itu Presiden Soekarno dan para founding father Indonesia menjadikan momentum Asian Games untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia ada dan Indonesia bisa,” ungkapnya.

Sejak tahun 1962, Indonesia akhirnya memiliki bukti sejarah dan saksi ikonik yang masih bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh anak bangsa hingga saat ini.

“Kendati Indonesia saat itu sedang mengalami permasalahan yang kompleks mengingat usianya yang masih muda, namun banyak saksi-saksi ikonik yang berhasil diciptakan saat itu dan salah satunya adalah Stadion Utama Senayan yang kini bernama Stadion Utama Gelora Bung Karno,” tuturnya.

Oleh karena itu, Menteri Kominfo mengajak seluruh jajaran Kementerian Kominfo terutama yang bertugas dalam perayaan Asian Games 2018 untuk bekerja sesuai hakikat semangat kemerdekaan.

“Sebagai pelayan masyarakat di lingkungan Kemkominfo, beserta segenap pemangku kepentingannya, merupakan kaki; tangan; mata; dan pikiran bagi negara ini Seluruh pihak harus bertekad bulat untuk dapat melayani dengan lebih cepat dan akurat. Kecepatan adalah kunci. Karena di era ini dan yang akan datang, bukan sekadar yang kuat dan besar yang akan bertahan melainkan yang cepat,” tandasnya.

Di akhir sambutannya, Rudiantara kembali mengingatkan agar perayaan kemerdekaan ke-73 ini tidak sekadar dirayakan secara hura-hura namun juga dalam filosofi mengolah raga untuk mewujudkan kesehatan jiwa dan raga.

“Kita basuh segala sentiment identitas kita dengan air mata kepedihan dan keringat para pahlawan yang telah gugur, menderita, memperjuangkan kemerdekaan kita. Kobarkan semangat untuk membangun bangsa bersama para atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama bangsa,” tutupnya.

Ditulis dari laporan Susmita Eka Putri dan SINA

 

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: