Pemerintah Fokus Terapkan Teknologi 4G

Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan saat ini Pemerintah Indonesia memprioritaskan penerapan teknologi 4G dalam layanan telekomunikasi. “Saat ini teknologi 5G belum menjadi prioritas, karena dengan teknologi yang ada Indonesia sudah menempati urutan ke-4 jaringan internet tercepat di Asia Tenggara,” katanya dalam International Conference on Broadband Communication, Wireless Sensor and Powering di Universitas Mercu Buana, Jakarta, Rabu (22/11/2017).
Menurut Menteri Rudiantara, kecepatan besar 5G belum diperlukan pengguna telekomunikasi perorangan. “Teknologi ini lebih tepat untuk komunikasi M2M (Machine to Machine). Untuk saat ini, teknologi 4G sudah cukup untuk streaming video, data dan seterusnya. Sehingga 5G belum ekonomis untuk dipasarkan,” paparnya.
Menteri Kominfo menjelaskan kebijakan pemerintah Indonesia dalam membangun ekosistem untuk pertumbuhan ekonomi digital dengan pendekatan DNA. “Device, Network dan Application. Pada sisi device, pemerintah telah menentukan 30% kandungan dalam negeri untuk perangkat 4G,” jelasnya.
Sementara untuk aspek jaringan atau network, Pemerintah berusaha meningkatkan kecepatan jaringan di Indonesia sehingga menjadi nomor dua di wilayah Asia Tenggara.
“Hal ini dilakukan dengan pembangunan Palapa Ring, yaitu pembangunan jaringan serat optik di tempat yang dinilai tidak layak bangun oleh operator,” tambahnya.
Menurut Menteri Rudiantara, Pemerintah juga menyiapkan kepemilikan Satelit HTS (High Throughput Satellite) yang mampu memberikan layanan pita lebar menggunakan satelit. “Dengan demikian, wilayah yang tidak dapat diakses melalui jaringan serat optik dapat pula terlayani,” imbuhnya.
Mengenai aspek aplikasi, Menteri Kominfo menjelaskan saat ini Pemerintah terus mendorong kelahiran unicorn agar mampu mengembangkan ekonomi digital. “Pada sisi aplikasi, pemerintah terus mendorong lahirnya unicorn di Indonesia. Sebuah startup yang nilainya mencapai 1 Miliar Dolar. Saat ini sudah ada 6 Unicorn di Asia Tenggara, termasuk Traveloka dari Indonesia,” jelasnya.
Kegiatan Seminar merupakan kerjasama antara The Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE) dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *