Segera Registrasi Kartu Prabayar! Mudah, Tidak Berbayar, dan Aman

Padang, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika mengingatkan kembali agar masyarakat segera melakukan registrasi ulang kartu prabayar. Ia menegaskan regisrasi ulang mudah, tidak berbayar dan aman.
Secara khusus, ia berpesan agar mahasiswa Universitas Negeri Padang agar tidak lupa melakukan registrasi ulang kartu prabayar. “Sudah pada registrasi ulang sim card belum? Ayo segera registrasi kartu prabayar Anda! Mudah, murah alias tidak berbayar dan aman,” katanya kepada peserta kuliah umum dalam rangkaian Perinatan Hari Pers Nasional 2018 di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Kamis (08/02/2018).
Registrasi kartu prabayar menurut Menteri Kominfo merupakan wujud dari hadirnya negara untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan nomor telekomunikasi. Menurut Menteri Rudiantara proses registrasi ulang mudah dan aman. “Dibuat sedemikan mudah hanya menggunakan NIK dan KK, registrasi kemudian dilakukan dengan mengirim SMS ke 4444.
Data atau informasi pelanggan ini dijamin keamanannya oleh operator dan pemerintah. Ia kembali menegaskan keamanan data yang diberikan karena sistem yang digunakan memiliki standar nasional. “Operator mempunyai sistem yang berstandar internasional untuk menjada data atau kerahasian informasi dari pelanggan,” jelasnya.
Dalam kuliah umum itu, Menteri Kominfo berpesan agar para pengguna media sosial tidak hanya menggunakan jarinya dengan cepat. “Tabayyun, Tabayyun, Tabayyun. Jadi jangan asal share informasi kalau memang kita tidak yakin itu benar, baik, atau ada manfaatnya buat kita dan orang lain. Jangan lupa tabayyun!” tandasnya.

Cegah Penyebaran Hoaks
Dalam rangkaian perhelatan Hari Pers Nasional 2018 dengan tema “Meminang Keindahan di Padang Kesejahteraan” itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Rosarita Niken Widiastuti mengupas Broadcaster Zaman Now.
“Di era sekarang ini, semua orang bisa jadi broadcaster! Iya, kamu, kamu, dan kamu juga bisa jadi broadcaster ala profesional hanya dgn mengandalkan gadget yang dimiliki.Bicara soal broadcasting, ternyata TV juga termasuk media yang rentan hoaks,” paparnya di hadapan 2500 mahasiswa.
Dirjen Niken memaparkan soal Komisi Penyiaran Indonesia Pusat yang pernah melayangkan sanksi tertulis untuk tiga stasiun televisi di Indonesia karena telah menyebarkan hoaks saat kejadian teror bom di Sarinah beberapa waktu lalu. “Mudah-mudahan stasiun tv tersebut tidak mengulanginya,” harapnya.
Soal penyebaran hoaks, Dirjen IKP meminta setiap peserta agar mampu mencegah penyebaran hoaks.
“Kita hidup di era sebuah kebohongan yang diketik dan disebarkan bersama, sehingga bisa menjadi sebuah kebenaran dan kita merupakan generasi yang jemarinya lebih tajam dari pada lidah. Untuk itu, mari kita jaga jari, gunakan otak, cerdasi setiap informasi yang didapat, jangan mudah percaya, dan gegabah menyebarkan,” paparnya.
Rangkaian Acara Peringatan Hari Pers Nasional 2018 kali ini turut dihadiri Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Sekjen PWI Hendry Ch Bangun, Direktur Utama TVRI Helmi Yahya, Pendiri LSPR Jakarta Prita Kemal Gani, Jurnalis Senior Nurjamana Mochtar, Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganeftri, Karni Ilyas, dan anggota Komisi I DPD RI. (HM.YS)

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: