Pemkab Bogor Terima Dua Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendapatkan dua pengharagaan  Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), lewat dua inovasi yang dikeluarkan yakni program Sistem Pengujian Kendaraan Bermotor (Si Keren) pada Dinas Perhubungan dan program Utilisasi Dashboard untuk optimalisasi ketersediaan tempat tidur pada pelayanan rawat inap RSUD Ciawi.

Adapun penganugerahan penghargaan tersebut secara langsung diberikan oleh Menpan-RB Syafruddin kepada Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti, di Sangri La Hotel Surabaya, Rabu (19/9/) malam.

Lolosnya dua inovasi pelayanan publik yang dibuat oleh Pemkab Bogor ini menjadi prestasi tersendiri bagi Kabupaten Bogor dibandingkan dengan daerah lain yang notabenenya hanya mampu meloloskan satu inovasi pelayanan publik.

Bupati Bogor, Nurhayanti menjelaskan, program dashboard ketersediaan tempat tidur adalah suatu media untuk mengetahui ada atau tidaknya tempat tidur yang kosong pada suatu ruang rawat inap di RSUD Ciawi.

Dengan adanya program tersebut, kata dia, tentunya masyarakat yang keluarganya sakit mendapatkan kemudahan untuk melihat atau memilih tempat tidur yang kosong sesuai dengan kepersetaan dan penyakitnya.

“Ini merupakan langkah Pemkab Bogor untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.

Menurutnya, program ini juga dapat meningkatkan efektifitas waktu pelayanan serta transparansi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit umum daerah ciawi.

“kemudian juga tentunya dapat diakses langsung oleh institusi pelayanan kesehatan lainnya,” ucapnya.

Sementara untuk program Si Keren, lanjutnya, merupakan suatu inovasi yang dibuat untuk menyelesaikan masalah dengan cara baru dan berbeda serta memudahkan dalam pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.

Permasalahan tersebut diantaranya, banyaknya pemalsuan tanda bukti lulus uji, terjadinya pelangggaran dalam pengoperasian kendaraan, sulitnya mendapatkan informasi mengenai pengujian berkala kendaraan bermotor, keraguan keabsahan tanda bukti lulus uji, antrian yang panjang, kemudian lambatnya pemeriksaan tekhnis, dan terakhir sulitnya mencari data apabila terjadinya kehilangan tanda bukti.

“Maka Si Keren inilah solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Ada penggunaan QR Barcode untuk menimalisir terjadinya tindak pemalsuan, tuturnya.

“Semata-mata hal tersebut kita lakukan dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan pelayanan publik terhadap masyarakat Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara, Syafruddin berpesan agar pemerintah daerah terus membuat inovasi yang bertujuan memudahkan masyarakat.

“Yang kita selenggarakan sebuah cerminan bahwa pelayanan publik di Indonesia semakin baik, cuma selam ini publik banyak yang tidak tahu. Layanan publik yang benar benar menyentuh pada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan dengan adanya penghargaan layanan publik bisa memacu pemda sehingga membuat dunia luar bisa berkaca ke Indonesia jika layanan publik makin baik.

“Ke depan jangan selalu berkaca diluar tapi orang luar harus berkaca ke kita,” ungkapnya.

Top 99 inovasi pelayanan publik ini merupakan penghargaan kepada 99 inovasi pelayanan publik terbaik se-Indonesia, yang terdiri dari 16 inovasi dari 11 Kementrian, 10 inovasi dari lima lembaga, 18 inovasi dari 13 pemerintah provinsi, untuk Pemkab sebanyak 39 dari 32 Pemkab, dan 16 inovasi dari 12 pemerintah kota.(Andi/Diskominfo Kab. Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *