Sidalimu Daliya Raih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Cibinong- Pemerintah Kabupaten Bogor menerima penghargaan atas inovasi yang dikeluarkan yakni Sidalimu Daliya dalam ajang Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 di Hotel Gumaya, Kota Semarang Kamis (18/7/2019). Penghargaan diberikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Syafruddin kepada Bupati Bogor, Ade Yasin yang di wakilkan oleh Asisten Administrasi Pemerintah Kabupaten Bogor Drs. Yous Sudrajat, M.Si.

Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, drg. Hesti Iswandari, bahwa
Aplikasi SiDalimu Daliya bertujuan untuk mempermudah monitoring terhadap mutu pelayanan baik aspek management, kesesuaian pelayanan berdasarkan Standar Operasional Pelayanan (SOP) maupun alat untuk mengukur kepuasan pelayanan yang diterima oleh masyarakat.

“saya bertekad akan terus mengevaluasi dan dikembangkan sesuai arah kebijakan pemerintah pusat maupun daerah,”katanya

Ia juga menambahkan menambahkan bahwa aplikasi Sidalimu Daliya diterapkan dan akan terus dilakukan evaluasi dan pengembangannya sesuai dengan arah kebijakan yang ada. Adapun evaluasi dari penerapan aplikasi ini dilihat dari 3 aspek yakni Aspek manajemen sehingga mampu melihat kepatuhan Profesional Pemberi Asuhan (PPA) seperti dokter, perawat,apoteker, nutrisionis dalam memberikan pelayanan sesuai SPO dan mampu melakukan pengendalian biaya agar efektif dan efisien.
Aspek selanjutnya menurut Hesti yakni Aspek Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yang akan patuh dan memberikan pelayanan kepada pasien sesuai SPO serta mutu pelayanan yg diberikan semakin baik/meningkat.

Sedangkan untuk aspek pasien/ masyarakat Dirut RSUD Ciawi itu juga mengatakan pasien mendapatkan kepastian dalam pelayanan dan merasa puas terhadap pelayan di rumah sakit.

“Aplikasi ini dirasakan mampu menjadi solusi di RSUD Ciawi dan mendapat dukungan sepenuhnya dari pimpinan daerah serta diharapkan dapat di replikasikan pada faskes baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjutan, (FKTRL) “ujarnya.

Sementara itu, Yous Sudrajat menjelaskan, Inovasi Sidalimu Daliya lahir dari isu strategis Nasional, permasalahan Era JKN Universal Coverage BPJS, dimana banyak RSUD yang mengalami kesulitan pasien jumlahnya meningkat, nilai paket layanan dihargai rendah oleh tarif INA CBGs, sehingga banyak RS nyaris bangkrut, Dokter merasa jasa medis kecil, ketersediaan obat tidak sesuai dengan kebutuhan, serta mutu pelayanan yang belum sesuai standar.

Yous juga berharap dengan adanya sistem ini, pelayanan pasien di rawat inap belum termonitoring, setelah ada sistem ini, dapat terlihat peningkatan penggunaan obat sesuai formulariun Nasional, efisiensi pembiayaan, serta peningkatan kepuasaan pasien yang didapatkan melalui survey. “kedepan sistem ini akan terus dikembangkan, dengan menambah jumlah clinical pathway yang dimasukan dalam sistem dan diyakini berhasil, karena mendapatkan dukungan dari pimpinan, tenaga medis dan paramedis adanya keterjaminan anggaran serta adanya SDM dan sistem IT yang mendukung, sistem ini sangat mudah di replikasi oleh instansi pelayanan kesehatan dengan rawat inap, baik mulai dari puskesmas sampai dengan rumah sakit,” ungkapnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor DR. Drs Kardenal MSi yang turut hadir pada acara tersebut mennyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian inovasi Sidalimu Daliya yang telah berhasil meraih Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB.

“Harapan kita, hal seperti ini tidak cukup di sini saja, semoga pencapaian ini akan menjadi spirit untuk terus berinovasi dalam upaya meningkatkan pelayanan prima bagi masyarakat,berharap dapat meraih top 45 inovasi.”pungkasnya.

Adapun, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafrudin dalam sambutannya menerangkan, tahun ini ada sebanyak 3.156 inovasi pelayanan publik yang didaftarkan. Total sejak 2014 digulirkan, sudah ada sebanyak 13.214 inovasi pelayanan publik yang dihasilkan.

“Inovasi yang dihasilkan ini orientasinya bukan hanya untuk menjembatani kehadiran pemerintah ke masyarakat. Tapi bisa mengakomodir karakter budaya DNA milenial. Pelayanan semakin cepat mudah murah,” imbuhnya.
Dia menerangkan, adanya reward dana insentif daerah untuk memelihara dan memacu semangat yang lain untuk menghadirkan dan meningkatkan pelayanan publik lebih baik.
Ditempat yang sama, Deputi Pelayanan Publik, Kemenpan RB, Diah Natalisa menerangkan dari 99 top inovasi pelayanan publik 2019 sebanyak 22 di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Adapun yang masuk dalam kategori top 45 inovasi akan mendapatkan dana instensif daerah dari kementerian keuangan pada 2020. “Tujuan penghargaan top inovasi 99 ini sebagai sarana percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik,” tandasnya. (Gultom/Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: