Melalui Pagelaran Wayang Golek dan Calung, Diskominfo Ajak Masyarakat Peduli Akan Kebudayaan Sunda

Setelah sukses menggelar acara diseminasi informasi atau penyebarluasan informasi melalui media tradisional wayang golek dan calung pekan kemarin di Desa Cibereum Kecamatan Cisarua, kali ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor menggelar acara serupa di Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, Sabtu (25/8).

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Dadang Iwa mengatakan, Diskominfo mempunyai peran penting dalam hal penyebaran informasi kepada masyarakat. “Kami dari Diskominfo punya program diseminasi informasi penyebarluasan melalui media tradisional pertunjukan wayang golek dan calung, dalam pertunjukan kesenian ini ada pesan-pesan yang ingin kami sampaikan, harapan kami pesannya bisa dipahami oleh seluruh masyarakat kabupaten bogor, contoh pemerintah kabupaten bogor punya program kabupaten bogor sehat 2020 dan bebas sampah 2020, bagaimana pesan ini bisa tersampaikan dengan baik sehingga program pemerintah bisa berjalan dan tercapai pada akhirnya,” kata Dadang.

Ia pun menambahkan, dengan metode seperti ini, masyarakat lebih antusias dan lebih cepat menyerap informasi kepada masyarakat. “Model penyebarluasan informasi melalui media seperti ini saya rasa lebih efektif kepada masyarakat, butuh inovasi dan kreativitas agar informasi atau pesan-pesan yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat bisa diterima dengan baik,” lanjutnya.

Sementara itu Kasie Pengelolaan Informasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Mimin sumirat menambahkan, dengan pagelaran wayang golek dan calung ini bukan hanya memberikan informasi kepada masyarakat seputar program pemerintah kabupaten bogor, tapi untuk melestarikan kebudayaan seni sunda. “Kegiatan ini memang bertujuan untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat, agar masyarakat mengetahui program-program pemerintah yang sedang dilaksanakan, tapi kegiatan ini juga punya tujuan untuk terus melestarikan budaya kesenian sunda, bagaimana wayang golek dan calung ini harus tetap lestari dan harus makin berkembang, jangan sampai nantinya anak cuci kita tidak mengenal budaya-budaya dan kesenian sunda,” tambah Mimin. (Derima/Rizky/Diskominfo Kab. Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *